Arsip Bulan November, 2009
Belakangan aku sedang giat2 mempelajari yang namanya dunia fotografi. Awalnya sih cuma baca E-magz tentang fotografi gtu dhe. Tiba2 jadi ketagihan gtu.
Namun ada kendala yaitu aQ tidak punya kamera sebagai alatnya…
Emank sih mau kamera apapun yang penting pinter ambil angle yang bagus tidak masalah. Namun aQ btuh kamera dgn megapixel yang cukup tinggi. Nah, kamera dgn Pixel yg tinggi terdapat pada kamera SLR namun yang digital yaitu DSLR[Digital Single Lens Refleks].
Yang jadi masalahnya adalah biaya yang dibutuhkan itu. Harga kamera SLR yang jadul saja mencapai 3,5 jt. Nah apalagi yang DSLR…
Karena butuh biaya yang cukup tinggi. Maka aQ merampok, mencuri mengikuti beberapa kontes di Internet yang hadiahnya cukup menggiurkan. Oh iya, aQ lupa ngasih tau target kamera apa yang saya beli. Target saya sih kamera CANON EOS 50D. Berikut adalah salah satu gambarnya

CANON EOS 50D
Hari Ini bener2 Lesu banged. Halah, lebai skrng kaya Tiljong xD. Gra2 suatu kejadian pas pel. Kimia. Udah nilai jelek banged gtu. Hhhaaa2x. Gk isa dceritakan dgn kata2 dhe. Rasanya spt :lempar: gtu dhe… Sebenarnya xi gk masalah bgi q, tp knp temen2 q ampe teriak kek gtu and spt dpojokin gtu. Haiiizz hancur dha
Awalnya bermula dari PIIIIIP *rahasia negara
Hhhhaaa2x
Serasa :dead: seketika…
Rsana gmna ya. Hatiku spt rujak and gado2 dcampur2 gtu dhe, Lesu banged, trus aplgi ya…..Untung na skarank q temukan dokter cinta. Siapa dya? ah rahasia donk :hore:
“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan padanya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah… bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Dear Diary,
Hai Di , udah lama vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di.
Tadi pagi Vella sama temen2 ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya ngga kayak cowok2 temen Vella yang lain Di.
Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya Evan nih yah :
Minus 10 karena dia ngga punya handphone !!! padahal cowok2 temen vella yang lain punya handphone.
Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 , padahal cowok2 temen vella yang lain biar sama2 smp udah boleh bawa sendiri!!!!!
Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok2 temen vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.
Minus 10 buat dia karena dia itu ngga suka ke tempat2 dugem Di ! padahal vella suka banget ke sana, malu banget ngga sih punya cowok kayak gitu.
Minus 10 buat dia lagi Di ! karena dia ngga punya satu pun jacket xsml padahal cowok2 temen vella yang lain sering banget belanja disana , kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget ngga sich Di!)
Minus 10 banget ( dan yang ini banget banget banget!!!! ) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makang siang ke sekolah ! gila yah Di malu2in banget ngga sih!!!!!!!!
Sumpah yah Di , vella malu banget sama dia, kayaknya mau putus aja deh Di.
Hari ini. Gw dan ank klas IPA 1 dan 2 mengadakan rapat Pimpro ( Pimpinan Produksi ).
Satu kata buad rapat di rumahnya Tirza “Seru banged” Eh malah dua kata. Untuk Seterusnya, kita rapatnya gak d Gazebo (gak jelas Booo) yg panas minta ampyun. Sekarank d rumah Tirza, sejuk banged Dhe. Sayangna sang pemilik rumah malah pergi Pdahal Aku juga mo ikut pergi Tir. Terpaksa nunggu dlo gtu. WKakakakaa.
Setelah sekitar 5 tahun Ah Lebay Nungguin Tirza pulang. Nongol Dah muka polosnya Tirza bareng munculnya muka pecinta brondong :evillaugh:. Nah tdk bbrapa lama kemudian panjang banged rapat pun dimulai. Seperti biasa, disajikan makanan minuman dengan gelas pink dan biru. Secara gtu loh si Tirza Pink Holic. Nah saat adiknya si Tirza pulang gtu. Eh malah Ella langsung responnya ceped. Klo dah liad brondong gk tahan sudah dya :hoho:.
Ada kejadian unik juga, xi Okto bertingkah menjadi Ninja Warrior Lebay banged dya. Lompad sana sini, main ayunan.
Thx so much Tirza udh bolehin Andre yang ganteng, cakep, imoet k rumahmu tuk ikut rapad :tob:. :beer: dlo kita Tir Hhheee.